
Tren Baru: Kartu Pokemon Jadi Instrumen Investasi, Ini Alasannya
- Simak penjelasan mengenai fenomena kartu Pokemon yang mulai dilirik jadi ‘investasi’. Tertarik untuk ikut tren investasi ini?
Kabar Berita
JAKARTA — Akhir-akhir ini ramai soal kartu Pokemon yang sering dibicarakan oleh warganet di media sosial. Apalagi, baru-baru ini ada seorang kreator YouTube ternama, Logan Paul yang menjual satu kartu Pokemon seharga US$16,5 juta dolar.
Sejak saat itu, banyak orang seolah ingin ‘mengekor’ perilaku Logan Paul dan mulai melirik kartu Pokemon sebagai sesuatu yang serius. Bahkan, tidak sedikit yang berburu kartu pokemon langka, seperti sedang mencari emas, dan membandingkan harganya seolah-olah sedang trading saham.
BACA JUGA: Finfluencer Gelar Kelas Investasi Tanpa Izin Bakal Ditindak, Hati-hati!
Alasan Kartu Pokemon Kembali Populer

Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, salah satu alasan kartu Populer kembali ramai diburu adalah karena nostalgia. Bagi generasi yang tumbuh di era 90-an, kini sudah dewasa dan mulai punya penghasilan yang memadai.
Dengan uang extra yang mereka miliki, mereka jadi ingin membeli kembali sesuatu yang dulu mereka impikan, salah satunya adalah kartu Pokemon.
Tidak hanya itu, tren kartu Pokemon ini turut didorong oleh influencer, contohnya seperti Logan Paul dan media sosial. Ketika Logan Paul memamerkan kartu Pokemon mahalnya, banyak orang yang ikut tertarik dan mulai ikut berburu.
BACA JUGA: 4 Cara Cerdas Investasi Emas untuk Pemula, Jangan Asal Beli!
Harga Kartu Pokemon

Harga setiap kartu Pokemon sebetulnya sangat bervariasi. Kartu Pokemon biasa, bisa dibandrol dengan harga sekitar Rp15 ribu sampai Rp600 ribu. Sedangkan kartu Pokemon langka bisa mencapai ratusan juta rupiah, dan kartu Pokemon super langka bisa tembus miliar rupiah.
Akan tetapi, ada satu hal penting yang jadi bahan pertimbangan, yaitu kondisi kartu Pokemon sangat menentukan harga. Jadi, jika kartu Pokemon dijual dalam keadaan mulus, maka akan bernilai puluhan kali lipat daripada kartu yang rusak.
Mengapa Kartu Pokemon Dianggap Sebagai ‘Instrumen’ Investasi?

Kartu Pokemon sekarang dianggap sebagai suatu ‘aset alternatif’, sama seperti halnya lukisan atau jam mewah. Hal ini karena beberapa alasan, seperti jumlah kartu Pokemon yang terbatas, memiliki nilai nostalgia dan budaya, serta harganya telah terbukti bisa naik.
Selain itu, beberapa kartu Pokemon ada yang bisa memberikan keuntungan ribuan persen dalam beberapa tahun.
BACA JUGA: Benarkah Emas Selalu Naik saat Krisis? Ini Fakta di Baliknya
Apakah Aman untuk Ikut Investasi di Kartu Pokemon?

Seperti yang dilansir dari Reader’s Digest, tidak selalu aman investasi di kartu Pokemon. Hal ini karena pasar kartu Pokemon cukup berisiko akibat harganya yang bisa naik turun secara drastis, tidak dapat dengan mudah dijual cepat seperti saham, dan butuh pengetahuan khusus untuk menilai kartu.
Kartu Pokemon yang Paling Bernilai Tinggi

Beberapa kartu Pokemon yang terkenal mahal yaitu, Pikachu Illustrator (bisa bernilai hingga miliaran rupiah), Charizard edisi pertama, Blastoise holografik edisi awal, Umbreon Gold Star (POP Series 5), Shining Charizard (Neo Destiny, 1st Edition), Umbreon VMAX Alternate Art (Evolving Skies), dan Base Set unlimited Charizard.
Bisakah Terjadi Gelembung Kartu Pokemon?
Hal ini bisa saja terjadi, karena tren ini bisa naik dan turun. Kartu Pokemon pernah mengalami naik turun di awal tahun 2000-an. Meski sekarang tren sedang naik, tidak ada yang bisa menjamin tren ini bisa bertahan selamanya.
BACA JUGA: Waspada! Inilah Efek Pelemahan Rupiah ke Kehidupan Sehari-hari
Itu tadi penjelasan mengenai fenomena kartu Pokemon yang mulai dilirik jadi ‘investasi’. Jika Anda tertarik, ada baiknya jika jangan terlalu bergantung pada kartu Pokemon, cek jenis dan edisinya secara teliti serta detail, simpan dengan baik jangan sampai rusak, jika terlihat cukup bernilai segera kirim ke jasa penilaian profesional dan jual melalui platform terpercaya.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 29 Apr 2026
