Agenda Juara

SSAS Menghadirkan Pameran Arsip Kempok Seni Rupa Bandung

  • Bandung — Perkembangan seni rupa tidak hanya ditentukan oleh karya-karya artistik para seniman, tetapi juga oleh keberadaan ekosistem dan infrastruktur yang men
Agenda Juara
Giffa Akbar

Giffa Akbar

Author

potretpriangan, Bandung — Perkembangan seni rupa tidak hanya ditentukan oleh karya-karya artistik para seniman, tetapi juga oleh keberadaan ekosistem dan infrastruktur yang mendukungnya. Salah satu unsur penting dalam sejarah seni rupa di Indonesia adalah hadirnya kelompok-kelompok seniman yang menjadi ruang bertukar gagasan, membangun jejaring, hingga memperkuat kerja kolektif.

Sejak pertengahan abad ke-20, berbagai kelompok seni rupa telah muncul dan memberi pengaruh besar terhadap perkembangan seni di Nusantara. Mulai dari kelompok legendaris seperti Persagi, hingga komunitas berbasis lokal di Bandung seperti Kelompok Lima, Asosiasi Seniman Sunda Sekar Pakuan, dan Jiwa Mukti. Meski terdapat berbagai perdebatan sejarah mengenai sejumlah kelompok tersebut, keberadaan komunitas seniman tetap dipandang sebagai fenomena penting dalam perjalanan seni rupa Indonesia.

Tradisi kolektif ini juga terus berlanjut hingga sekarang. Dalam beberapa tahun terakhir, SSAS secara konsisten menjadikan penelitian dan pembacaan arsip sebagai bagian penting dari program pamerannya. Arsip tidak hanya diposisikan sebagai pelengkap pameran, tetapi juga sebagai aset penting dalam mendokumentasikan perkembangan seni rupa.

Melalui program terbarunya bertajuk Pameran Grup #1, SSAS menghadirkan kegiatan penelitian dan pengamatan terhadap kelompok-kelompok seni rupa yang pernah maupun masih aktif di Bandung. Program ini juga menghimpun berbagai arsip dari komunitas seni rupa di kota tersebut. Fokus utama pameran diarahkan pada kelompok seni yang muncul setelah berakhirnya rezim Orde Baru.

Pembatasan periode tersebut dilakukan demi efisiensi penelitian, sekaligus didasarkan pada anggapan bahwa era Reformasi membawa banyak perubahan baru dalam dunia seni rupa. Kebebasan pers, perkembangan internet, hingga munculnya tren seni media baru dinilai membuka peluang lebih luas bagi jejaring seni, serta membentuk pola kerja dan cara pandang baru di kalangan pelaku seni rupa.

Melalui pameran ini, SSAS ingin mengajak publik untuk kembali melihat peran kelompok seni rupa sebagai bagian penting dalam sejarah, dinamika, dan perkembangan ekosistem seni di Bandung maupun Indonesia.
Pameran ini akan berlangsung pada 24 April hingga 26 Juli 2026 di Ruang Sayap SSAS, dengan kurator Heru Hikayat dan Puja Anindita.