
Industri K-Pop Makin Besar di Indonesia, Ini Faktanya
- Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia tetap menjadi tiga pasar K-pop terbesar di dunia pada tahun 2025.
Kabar Berita
JAKARTA – Pada 2025, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia masih mempertahankan posisi sebagai tiga pasar terbesar K-pop di dunia. Data yang dirilis pada Kamis, 22 Januari 2026, menunjukkan bahwa dominasi K-pop di kawasan Asia tetap solid, meskipun genre ini terus memperluas jangkauannya ke pasar global.
Kesimpulan tersebut berasal dari laporan analisis tahunan K-Pop Radar, sebuah platform analitik global yang dikelola oleh startup musik Space Oddity. Studi ini memantau total penayangan YouTube para artis sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025, guna melihat perubahan tren konsumsi K-pop di berbagai negara.
Meskipun tiga pasar teratas tidak berubah dari tahun sebelumnya, pergeseran yang cukup signifikan terjadi di luar posisi tiga besar. Amerika Serikat naik satu peringkat ke posisi keempat dengan menyumbang 6,25% dari konsumsi K-pop global, sementara India turun ke posisi kelima.
- Baca Juga: 2026 Bawa Peluang Baru untuk K-pop di China
Perubahan pangsa pasar di tingkat negara dipantau secara cermat sebagai indikator di mana fase pertumbuhan K-pop selanjutnya mungkin akan muncul. Korea Selatan sebagai pasar asal K-pop mencatat peningkatan pangsa dari tahun ke tahun, yang menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai kekuatan konsumsi.
Amerika Serikat mengalami salah satu kenaikan paling menonjol, dengan pangsa pasarnya meningkat hampir satu poin persentase. Kenaikan ini menunjukkan bahwa strategi lokalisasi dan kolaborasi lintas negara yang dijalankan oleh agensi K-pop berhasil mendorong pertumbuhan audiens yang terukur, bukan sekadar lonjakan jangka pendek.
Sementara itu, Jepang tetap bertahan di posisi kedua, namun mulai menunjukkan tanda-tanda kematangan pasar. Pangsa pasarnya menurun dari 8,44% menjadi 7,41%, seiring dengan berkurangnya total jumlah penayangan, sebuah pergeseran yang ditafsirkan analis sebagai stabilisasi daripada kontraksi.
Di luar jajaran teratas, sejumlah pasar mencatat peningkatan yang cukup signifikan. Taiwan naik ke posisi kesembilan untuk tahun kedua berturut-turut dan berhasil menembus 10 besar global, sementara Inggris melonjak tajam ke peringkat ke-17 setelah sebelumnya berada di luar 20 besar.
Dilansir dari The Korea Herald, Prancis, Jerman, dan Kanada juga mengalami kenaikan peringkat, yang menunjukkan semakin beragamnya konsumsi K-pop di berbagai negara Barat.
Day6 Memimpin Tangga Lagu Domestik

Di Korea, tahun 2025 menyaksikan koeksistensi antara artis-artis mapan dan kembalinya artis-artis terkenal. Di kalangan pendengar domestik, Day6 naik dari posisi kedua ke peringkat pertama dalam hal popularitas, disusul oleh aespa dan IU.
Para artis senior juga mencatatkan peningkatan yang kuat. G-Dragon mencatatkan lonjakan penayangan terbesar dibandingkan tahun sebelumnya, hampir 200 juta, dan menempati peringkat kelima secara keseluruhan, sementara BIGBANG berada di posisi keempat, menandakan meningkatnya kembali perhatian publik domestik.
Artis solo pun menunjukkan kemajuan signifikan. Woodz berada di peringkat ke-11 secara keseluruhan setelah menambah sekitar 160 juta penayangan, sedangkan Jennie BLACKPINK menempati posisi ke-12, menegaskan kuatnya daya komersial branding individu di luar aktivitas grup.
Di pasar Amerika Serikat, Stray Kids tetap mempertahankan posisi teratas dengan pangsa 8,63%. KATSEYE mencatat pertumbuhan terbesar dengan penambahan sekitar 260 juta penayangan dan menempati peringkat ketiga secara keseluruhan.
Pasar Inggris menunjukkan pemimpin yang lebih jelas. Rose BLACKPINK meraih 11,63% dari total penayangan K-pop, menduduki peringkat pertama baik dari sisi pangsa keseluruhan maupun pertumbuhan tahunan. KATSEYE juga termasuk di antara yang berkinerja terbaik, menyoroti persaingan yang semakin ketat di pasar berbahasa Inggris.
Sementara, Taiwan yang masuk 10 besar setelah dua tahun berturut-turut mengalami pertumbuhan, dipimpin oleh girl group I-dle dengan pangsa 5,69% dari total penayangan.
Para analis mencatat bahwa penurunan tipis dalam pangsa grup tersebut tampaknya beralih ke G-Dragon dan BIGBANG, yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua dalam pertumbuhan penayangan tahunan di pasar tersebut.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 23 Jan 2026
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 29 Apr 2026
