Agenda Juara

45 Tahun Berkarya, Garin Nugroho Hadirkan Jejak Kreatif “Peladang Berpindah”

  • Selasar Sunaryo Art Space bekerja sama dengan Garin Nugroho menghadirkan pameran Peladang Berpindah: Pameran 45 Tahun Berkarya Garin Nugroho
Agenda Juara
Giffa Akbar

Giffa Akbar

Author

potretpriangan.com, Bandung – Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) bekerja sama dengan Garin Nugroho menghadirkan pameran Peladang Berpindah: Pameran 45 Tahun Berkarya Garin Nugroho. Pameran yang dibuka di Bandung pada 18 September 2026 kemarin ini tidak sekadar merangkum perjalanan karier Garin, tetapi mencoba melihat bagaimana pola kerja kreatifnya selama lebih dari empat dekade.

Selama ini Garin dikenal sebagai sutradara film. Namun, kiprahnya juga mencakup dunia penulisan, penelitian, hingga aktivitas sosial. Dalam perjalanan berkaryanya, ia bekerja di berbagai situasi, bertemu banyak kelompok masyarakat, serta menjelajahi beragam wilayah dan kebudayaan di Indonesia. Pengalaman tersebut kemudian hadir dalam berbagai bentuk karya, mulai dari film hingga karya lintas disiplin.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat lebih dekat proses di balik karya-karya Garin. Berbagai artefak dari produksi film, foto adegan, hingga materi yang berkaitan dengan proses pembuatan karya ditampilkan sebagai bagian dari pameran. Salah satu yang mendapat perhatian adalah proses di balik Opera Jawa, yang mempertemukan film dengan musik, tari, teater, seni rupa, dan berbagai praktik seni lainnya.

Konsep “peladang berpindah” menjadi gambaran cara Garin bekerja yang tidak terpaku pada satu bidang atau medium. Ia dapat membawa puisi ke dalam film, mempertemukan berbagai unsur budaya, serta bekerja dengan beragam kelompok dan latar belakang. Karena itu, karya Garin tidak selalu mudah ditempatkan hanya dalam kategori film, tari, teater, puisi, atau seni rupa.

Pameran ini pada akhirnya memperlihatkan bagaimana keberagaman Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan kreatif Garin Nugroho. Selama 45 tahun berkarya, ia terus berpindah dari satu medium, tempat, pengalaman, dan kolaborasi ke lainnya, menjadikan perbedaan dan keragaman sebagai bagian dari cara melihat serta memahami Indonesia.